PramukaNews I Bojonegoro -- Kemah Bakti Madrasah (KEMBARA) Tahun 2026 yang diikuti Pramuka Penggalang dari madrasah di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro tidak hanya menjadi ajang membangun kemandirian dan kekompakan, tetapi juga menjadi momentum penguatan karakter bela negara. Salah satu agenda dalam kegiatan tersebut adalah materi Penguatan Karakter Bela Negara yang dilaksanakan pada Sabtu (29/8/2026). Kegiatan berlangsung di Bumi Perkemahan Growgoland, Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Materi Penguatan Karakter Bela Negara disampaikan oleh kak Said Edy Wibowo, S.Pd., M.M., yang merupakan Fasilitator Bela Negara Kementerian Pertahanan RI sekaligus Andalan Cabang Bidang Bela Negara Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bojonegoro. Dalam penyampaian materi, peserta diajak memahami makna bela negara yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sebagai pelajar dan anggota Gerakan Pramuka. Materi yang diberikan mencakup konsep bela negara, nilai dasar bela negara, berbagai bentuk ancaman terhadap bangsa, peran pelajar, serta penerapan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan nyata dan dunia digital.
Kak Said Edy Wibowo menekankan bahwa bela negara bukan semata-mata menjadi tugas aparat atau diwujudkan melalui kegiatan pertahanan. Menurutnya, nilai bela negara dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, seperti disiplin, rajin belajar, menaati aturan, menjaga lingkungan, menghargai perbedaan, membantu sesama, menjaga persatuan, serta bijak menggunakan media sosial. Sikap tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran terhadap tanggung jawab sebagai warga negara.
Proses pembelajaran dikemas secara aktif, menyenangkan, dan partisipatif sehingga peserta tidak hanya menerima materi secara satu arah. Para Pramuka Penggalang mengikuti berbagai permainan, sesi tanya jawab, diskusi, serta studi kasus yang berkaitan dengan persoalan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Melalui metode tersebut, peserta didorong untuk berani menyampaikan pendapat, bekerja sama, menganalisis persoalan, dan menentukan sikap berdasarkan nilai-nilai bela negara.
Suasana pembelajaran berlangsung dinamis dengan antusiasme peserta yang terlihat dari keaktifan mereka selama mengikuti setiap sesi. Interaksi antara narasumber dan peserta menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman bahwa bela negara dapat diwujudkan melalui perilaku positif, baik di lingkungan keluarga, madrasah, masyarakat, maupun ruang digital. Dengan pendekatan tersebut, materi bela negara tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi juga diarahkan menjadi sikap dan kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di penghujung kegiatan, narasumber memberikan kenang-kenangan kepada sejumlah peserta yang dinilai aktif selama mengikuti proses pembelajaran. Pemberian tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi peserta agar terus berani tampil, aktif belajar, dan mengembangkan karakter positif. Apresiasi tersebut juga memberikan pengalaman yang berkesan bagi peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan KEMBARA 2026.
Kegiatan KEMBARA 2026 diharapkan dapat membentuk Pramuka Penggalang yang tidak hanya memiliki keterampilan kepramukaan, tetapi juga karakter kuat, rasa cinta tanah air, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta kemampuan menghadapi tantangan di dunia nyata dan dunia digital. Penguatan karakter bela negara sejak usia Penggalang menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda yang tangguh dan memiliki kesadaran untuk berkontribusi bagi bangsa. Bela negara dimulai dari diri sendiri, dilakukan setiap hari, dan diwujudkan melalui tindakan nyata.



0 Komentar