PramukaNews I Gresik -- Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Panceng menyelenggarakan Workshop Pengelolaan Gugus Depan, Sabtu (05/09/2026), mulai pukul 07.30 WIB. Kegiatan tersebut diikuti oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), Pembina Pramuka, serta pengurus Kwartir Ranting Panceng. Workshop ini menjadi upaya memperkuat kapasitas pengelola Gugus Depan agar mampu menjalankan pembinaan kepramukaan secara lebih terarah, tertata, dan sesuai dengan prinsip pendidikan kepramukaan.
Kegiatan tersebut menghadirkan Kak Dr. Abdullah Farih, M.Pd. beserta tim dari Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Gresik sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Kak Dr. Abdullah Farih, M.Pd mengajak peserta memahami kembali posisi Gerakan Pramuka dalam sistem pendidikan serta pentingnya pengelolaan Gugus Depan yang sesuai dengan karakter pendidikan kepramukaan. Materi tersebut menjadi bagian penting dalam menyamakan pemahaman para pengelola Gugus Depan mengenai tata kelola dan pembinaan peserta didik.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam workshop adalah pemahaman mengenai posisi pendidikan kepramukaan dalam sistem pendidikan. Kak Dr. Abdullah Farih, M.Pd mengingatkan agar kegiatan kepramukaan tidak diposisikan sebagai mata pelajaran yang memiliki sistem penilaian seperti pendidikan formal. “Kenapa kepramukaan sebagai mata pelajaran? Kemudian muncul nilai 70 dan seterusnya, maka jangan sampai tertukar,” tegas Kak Dr. Abdullah Farih, M.Pd dalam pemaparannya.
Lebih lanjut diungkapkan, pendidikan formal dan pendidikan nonformal memiliki karakter serta pendekatan yang berbeda. Gerakan Pramuka merupakan bagian dari pendidikan nonformal yang memiliki kekhasan melalui proses pembinaan peserta didik dengan kegiatan yang aktif, menarik, menyenangkan, terarah, serta berorientasi pada pembentukan karakter dan kecakapan hidup. Karena itu, pengelolaan kegiatan kepramukaan di satuan pendidikan perlu dilakukan dengan tetap menjaga karakter dan Prinsip Dasar Kepramukaan serta Metode Kepramukaan.
Selain tata kelola, workshop juga membahas prinsip kesukarelaan dalam keanggotaan Gerakan Pramuka. Keikutsertaan peserta didik dalam kegiatan Pramuka tidak semestinya hanya didasarkan pada kewajiban, tetapi perlu tumbuh dari kemauan dan ketertarikan untuk mengikuti proses pembinaan. Masuk Pramuka harus sukarela, tidak semua wajib ikut Pramuka.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi pembina dan pengelola Gugus Depan agar mampu menghadirkan kegiatan kepramukaan yang menarik, nyaman, dan memberikan pengalaman bermakna bagi peserta didik. Kegiatan yang dirancang sesuai prinsip kepramukaan diharapkan dapat menumbuhkan keterlibatan peserta didik secara lebih aktif dalam proses pembinaan. Dengan pendekatan tersebut, pendidikan kepramukaan dapat menjadi ruang pengembangan karakter, keterampilan, dan kecakapan hidup secara menyenangkan.
Sementara itu, Kak Taufiqul Munir selaku Ketua Kwartir Ranting Panceng menegaskan bahwa workshop tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan Gugus Depan di wilayah Kwartir Ranting Panceng. Menurutnya, Gugus Depan merupakan ujung tombak pembinaan Gerakan Pramuka sehingga pengelolaannya perlu mendapat perhatian dari berbagai aspek. Hal tersebut mencakup program kegiatan, administrasi, pembinaan peserta didik, serta koordinasi antara Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan dan pembina Pramuka.
Workshop pengelolaan Gugus Depan ini penting agar setiap Gugus Depan yang ada di Kwartir Ranting Panceng dapat menjadi lebih baik dan lebih tertata. Kita ingin pengelolaan Gugus Depan tidak hanya berjalan, tetapi benar-benar memiliki arah, program, dan tata kelola yang baik.
Kak Taufiqul Munir juga berharap pemahaman yang diperoleh selama workshop dapat diterapkan oleh masing-masing Gugus Depan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di satuannya. Dengan penerapan tersebut, pengelolaan Gugus Depan di wilayah Panceng diharapkan dapat berkembang secara bertahap dan berkelanjutan.
Kak Nirafiyatur Risa, A. Md. Keb turut memberikan gambaran mengenai pelaksanaan workshop dan pentingnya penguatan pengelolaan Gugus Depan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan unsur Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan, pembina Pramuka, dan pengurus Kwartir Ranting dalam menyamakan pemahaman mengenai pendidikan kepramukaan. Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan mendukung pelaksanaan pembinaan Gerakan Pramuka khususnya di tingkat Gugus Depan.
Workshop juga menjadi momentum untuk mendorong Gugus Depan agar tidak hanya aktif melaksanakan kegiatan, tetapi memiliki perencanaan dan tata kelola yang jelas. Pengelolaan yang baik diharapkan dapat mendukung tertib administrasi, program pembinaan yang terarah, serta kegiatan yang sesuai dengan prinsip dan metode pendidikan kepramukaan. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat memberikan pengalaman kepramukaan yang lebih berkualitas bagi peserta didik.
Melalui Workshop Pengelolaan Gugus Depan, Kwartir Ranting Panceng menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat Gugus Depan sebagai ujung tombak pembinaan Gerakan Pramuka. Penguatan kapasitas pengelola diharapkan tidak berhenti pada kegiatan workshop, tetapi dilanjutkan melalui penerapan dan pembenahan di masing-masing Gugus Depan. Dengan tata kelola yang semakin baik, pendidikan kepramukaan di Kwartir Ranting Panceng diharapkan mampu menjadi proses pembinaan yang terarah, menyenangkan, sukarela, dan berorientasi pada pembentukan karakter serta kecakapan generasi muda.



0 Komentar