PramukaNews I Kota Singkawang -- Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Singkawang membagikan sekitar 2.000 masker kepada masyarakat di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Singkawang dan sekitarnya. Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Kak Tri Wahyudi, A.Md selaku Ketua Kwarcab Kota Singkawang, pada Selasa (1/9/2026) pukul 15.30–16.30 WIB. Pembagian masker berlangsung di perempatan lampu merah depan Kantor Wali Kota Singkawang sebagai bentuk kepedulian Gerakan Pramuka terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.
Selain itu, hadir pula dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Kwarcab, Sekretaris Cabang, Andalan Cabang, serta anggota Dewan Kerja Cabang Kota Singkawang turut terlibat secara langsung. Masker dibagikan kepada masyarakat yang melintas di kawasan tersebut, khususnya pengguna jalan yang beraktivitas di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap. Kegiatan ini menjadi bentuk respon Gerakan Pramuka terhadap situasi lingkungan yang berdampak pada aktivitas masyarakat.
Kak Tri Wahyudi selaku Ketua Kwartir Cabang Kota Singkawang menyampaikan bahwa aksi pembagian masker dilakukan karena kondisi kabut asap di Kota Singkawang dan sekitarnya semakin pekat dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena paparan asap kebakaran hutan dan lahan dapat mengganggu kualitas udara dan berisiko terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak. Gerakan Pramuka melalui aksi tersebut berupaya membantu masyarakat mengurangi paparan asap saat beraktivitas di luar ruangan.
“Kondisi kabut asap yang semakin tebal ini sangat memprihatinkan, terutama bagi anak-anak. Karena itu, kami Gerakan Pramuka Kota Singkawang melakukan aksi pembagian masker bagi masyarakat untuk mengurangi dampak kabut asap,” ujar Kak Tri Wahyudi selaku Ketua Kwartir Cabang Kota Singkawang.
Ia menambahkan, kegiatan pembagian masker tersebut merupakan aksi awal yang dilakukan Kwarcab Kota Singkawang. Apabila kondisi kabut asap masih memerlukan perhatian dan masyarakat masih membutuhkan masker, kegiatan serupa akan dipertimbangkan untuk dilaksanakan kembali di lokasi yang berbeda.
Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kota Singkawang juga berdampak pada jarak pandang masyarakat. Dalam kondisi tertentu, jarak pandang dilaporkan kurang dari satu kilometer, sementara kawasan yang berdekatan dengan lokasi kebakaran mengalami jarak pandang yang lebih pendek. Kondisi udara yang berasap juga membuat masyarakat merasakan aroma asap saat beraktivitas di luar ruangan.
Sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan dilaporkan berada di beberapa wilayah Kota Singkawang, antara lain kawasan hutan dan perkebunan di sekitar Bandara Kota Singkawang, Singkawang Selatan, serta Setapuk Kecil Hulu, Singkawang Utara. Kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di sekitar Jalan Pulau Natuna, Singkawang Barat, dan Kaliasin Dalam, Singkawang Selatan, dengan beberapa lokasi berada dekat permukiman warga.
Upaya penanganan kebakaran dilakukan melalui kerja sama berbagai unsur, antara lain Manggala Agni, Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPKS), Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, Polri, serta masyarakat di sekitar lokasi kebakaran. Pemerintah Kota Singkawang juga turut melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik kebakaran. Kolaborasi lintas unsur tersebut dilakukan untuk mengendalikan titik api dan mencegah meluasnya kebakaran ke wilayah lainnya.
Aksi pembagian masker menjadi salah satu bentuk kepedulian Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Singkawang terhadap kondisi masyarakat di tengah bencana kabut asap. Selain membantu mengurangi paparan asap saat berada di luar ruangan, kegiatan tersebut sekaligus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan kondisi lingkungan. Gerakan Pramuka berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan udara yang lebih bersih dan sehat.



0 Komentar