PramukaNews I Madiun -- Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur menggelar Workshop Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Inklusif dengan tema “Membangun Budaya Ramah Disabilitas”. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis-Jumat, tanggal 03 s.d 04 September 2026, di Perhutani Forestry Institute Madiun, Jawa Timur. Workshop ini diikuti unsur pelatih Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Tingkat Cabang (Pusdiklatcab) serta Andalan Cabang yang menangani Pramuka Berkebutuhan Khusus se-Jawa Timur.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyetarakan kesempatan dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, khususnya dalam kegiatan kepramukaan. Upaya tersebut diarahkan untuk membangun lingkungan kepramukaan yang lebih inklusif, ramah, dan mampu mengakomodasi kebutuhan setiap anggota. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memperkuat pemahaman serta komitmen dalam mengembangkan layanan kepramukaan bagi Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK).
Workshop dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Kak Dr. M. Hadi Wawan Guntoro, S.STP., M.Si. Pembukaan tersebut menjadi awal rangkaian pembelajaran dan diskusi mengenai penguatan ekosistem kepramukaan inklusif di Jawa Timur. Para peserta kemudian mengikuti sejumlah sesi yang membahas pengalaman, kebutuhan, kebijakan, serta keberlanjutan program layanan disabilitas.
Sesi berikutnya menghadirkan Kak Rusmiati Junianingsih, S.Pd selaku Andalan Daerah urusan Pramuka Berkebutuhan Khusus. Ia menyampaikan materi mengenai suka duka dalam mengawal Pramuka Berkebutuhan Khusus berdasarkan pengalaman pendampingan dan pengembangan kegiatan. Materi tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus refleksi bagi peserta dalam meningkatkan kualitas layanan kepramukaan yang inklusif.
Pembahasan dilanjutkan oleh Kak Djunaidi selaku Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Tingkat Daerah (Kapusdiklatda) dengan materi diskusi mengenai sarana dan prasarana bagi Pramuka Berkebutuhan Khusus. Diskusi tersebut membahas pentingnya dukungan fasilitas yang sesuai agar kegiatan kepramukaan dapat diikuti secara aman, nyaman, dan setara. Ketersediaan sarana dan prasarana yang ramah disabilitas menjadi salah satu unsur penting dalam membangun lingkungan kegiatan yang inklusif.
Pada sesi berikutnya, Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Kak M. Arif Ardiansyah, S.STP., M.Si menyampaikan materi tentang kebijakan dan program layanan disabilitas dalam mendukung ekosistem inklusif di Jawa Timur. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai arah kebijakan serta dukungan program layanan bagi penyandang disabilitas. Pembahasan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara unsur pemerintahan dan Gerakan Pramuka dalam mewujudkan layanan yang lebih inklusif.
Sesi terakhir menghadirkan Kak Iwan Nazarudin, S.T selaku praktisi Sumber Daya Manusia (SDM) dengan materi penguatan komitmen dan keberlanjutan program layanan disabilitas dalam mendukung ekosistem kepramukaan inklusif di Jawa Timur. Materi tersebut menekankan pentingnya komitmen bersama agar program layanan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Melalui sesi ini, peserta didorong untuk menyusun langkah nyata dalam memperkuat layanan dan pendampingan bagi Pramuka Berkebutuhan Khusus.
Rangkaian workshop menjadi ruang penguatan kapasitas bagi unsur pelatih dan andalan cabang yang menangani Pramuka Berkebutuhan Khusus. Pertukaran pengalaman, diskusi sarana dan prasarana, serta pemahaman kebijakan diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kegiatan kepramukaan yang lebih ramah disabilitas. Dengan demikian, Gerakan Pramuka di Jawa Timur diharapkan semakin mampu memberikan kesempatan yang setara bagi setiap anggota untuk belajar, berkarya, dan berkontribusi.



0 Komentar