PramukaNews I Kota Pasuruan -- Sebanyak 75 Orang Pramuka Penggalang kelas 4, 5, dan 6 SDK Sang Timur, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, mengikuti Perkemahan Kamis–Jumat (Perkaju) selama dua hari mulai tanggal 27 s.d 28 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran di luar kelas untuk mengembangkan kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian peserta melalui berbagai aktivitas kepramukaan. Selama kegiatan, para peserta didampingi 20 guru serta Kak Khasan Basori, S.Kom., M.M., M.Pd., selaku Andalan Cabang Urusan Binawasa Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pasuruan.
Perkaju secara resmi dibuka oleh Kak Arif selaku Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Purworejo. Pembukaan berlangsung dalam suasana penuh semangat kepramukaan sebelum peserta mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia. Dalam sambutannya, Kak Arif menekankan bahwa kegiatan perkemahan memberikan pengalaman pembelajaran yang berbeda dibandingkan dengan proses belajar di dalam kelas.
“Kalau di dalam kelas kita mempelajari pelajaran atau ilmu pengetahuan, sedangkan di perkemahan Pramuka kita akan mempelajari keterampilan hidup atau life skill,” ujar Kak Arif.
Ketua panitia, Kak Ririn, menjelaskan bahwa rangkaian Perkaju dikemas dalam berbagai kegiatan yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Aktivitas tersebut meliputi mendirikan tenda, pionering, permainan kepramukaan, api unggun, jerit malam, serta penjelajahan yang dilaksanakan pada Jumat pagi. Setiap kegiatan dirancang untuk mendorong peserta belajar melalui pengalaman sekaligus menerapkan nilai-nilai kepramukaan dalam situasi nyata.
Saat mendirikan tenda, peserta belajar bekerja sama dan membagi tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing. Sementara itu, kegiatan pionering melatih keterampilan, ketelitian, kreativitas, serta kekompakan dalam regu. Proses tersebut memberikan pengalaman kepada peserta bahwa setiap anggota memiliki peran penting dalam menyelesaikan sebuah tugas bersama.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika malam tiba melalui kegiatan api unggun dan pentas seni. Masing-masing regu menampilkan berbagai kreativitas, mulai dari tarian, yel-yel, musik, hingga puisi. Selain menjadi ruang hiburan, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk membangun kepercayaan diri, mengembangkan kreativitas, dan mempererat persaudaraan.
Tantangan berikutnya hadir melalui kegiatan jurit malam yang mengajak peserta mengelola keberanian dalam menghadapi situasi yang berbeda dari rutinitas mereka di sekolah. Peserta dituntut tetap mengikuti arahan, menjaga kekompakan, serta saling memberikan dukungan selama kegiatan berlangsung. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran karakter melalui keberanian, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap anggota regu.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penjelajahan pada Jumat pagi melalui rute yang telah disiapkan panitia. Dalam kegiatan tersebut, peserta menghadapi berbagai tantangan yang menuntut kemampuan bekerja sama, memecahkan persoalan, dan menjaga kekompakan kelompok. Penjelajahan sekaligus menjadi ruang bagi peserta untuk menerapkan keterampilan dan nilai kepramukaan yang telah diperoleh selama kegiatan.
Perkaju SDK Sang Timur diharapkan dapat memberikan pengalaman bermakna bagi peserta dalam mengembangkan karakter dan keterampilan hidup. Melalui kegiatan di luar kelas, peserta tidak hanya belajar tentang keterampilan kepramukaan, tetapi juga berlatih menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, kreatif, dan mampu bekerja sama. Pengalaman selama perkemahan diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.



0 Komentar