PramukaNews I Jakarta Selatan -- Satuan Karya Pramuka Search And Rescue (Saka SAR) Jakarta Selatan menggelar kegiatan Workshop Mitigasi Banjir dengan mengusung tema “Mari Kita Wujudkan Masyarakat Tangguh dan BASARNAS Selalu Siap”, Minggu (13/09/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memberikan pembekalan keterampilan kebencanaan kepada anggota Pramuka dan masyarakat. Workshop dilaksanakan dengan pendekatan teori dan praktik agar peserta memiliki pemahaman serta keterampilan dasar dalam menghadapi potensi banjir.
Kegiatan dibuka oleh Kak Abdullah Komaini selaku Kepala Subbagian Umum Kantor SAR Jakarta. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya niat tulus dalam menjalankan misi kemanusiaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana banjir. Menurutnya, kesiapsiagaan perlu dibangun sejak dini agar masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat sebelum bantuan utama tiba di lokasi kejadian.
Workshop tersebut diikuti oleh 40 Pramuka Penegak yang berasal dari lima Kwartir Ranting di wilayah Jakarta Selatan. Pelaksanaan kegiatan turut didukung unsur pembina, Pamong Saka, bidang pendidikan dan pelatihan, tim instruktur, serta unsur pimpinan SAR. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperkuat proses pembelajaran agar peserta memperoleh pengetahuan kebencanaan dari personel yang memiliki pengalaman di bidangnya.
Saat dikonfirmasi, Kak Pimu Rusdiat selaku Pelatih Pusdiklatcab Jakarta Selatan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan Pramuka menghadapi situasi kebencanaan. Menurutnya, peserta tidak cukup hanya memahami teori, tetapi perlu mendapatkan pengalaman praktik agar mengetahui tindakan yang aman dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat. Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama workshop dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan membantu peserta menjadi bagian dari masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana.
Materi workshop disampaikan secara interaktif dengan menerapkan prinsip learning by doing atau belajar sambil melakukan. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai keselamatan diri saat menghadapi banjir, teknik pencarian dan pertolongan, pemahaman mengenai karakteristik banjir, serta langkah mitigasi yang tepat. Peserta juga dikenalkan dengan berbagai jenis alat pelampung keselamatan dan mengikuti praktik serta teknik evakuasi korban secara aman.
Dalam praktik mitigasi, peserta diberikan pemahaman bahwa keselamatan diri menjadi prioritas ketika menghadapi kondisi banjir. Pengetahuan mengenai teknik pencarian dan pertolongan juga diberikan agar peserta memahami batas kemampuan serta tidak mengambil tindakan berisiko tanpa keterampilan yang memadai. Melalui praktik langsung, peserta diharapkan mampu memahami prosedur evakuasi dan penggunaan perlengkapan keselamatan secara lebih tepat.
Kegiatan tersebut turut melibatkan sejumlah unsur pendukung, antara lain Kak Nurlela dan Kak Pimu Rusdiat selaku Pamong Saka, serta Kak Andi Prihartadi dari Bidang Pendidikan dan Pelatihan Saka. Tim instruktur dipimpin oleh Kak Stefanus, sedangkan unsur pimpinan SAR di antaranya Kak Didit Permana selaku Kepala Sumber Daya SAR sekaligus Pimpinan Saka SAR DKI Jakarta, Kak Abdullah Komaini selaku Kepala Subbagian Umum Kantor SAR Jakarta sekaligus Pimpinan Saka SAR Jakarta Selatan, serta Kak Nino sebagai perwakilan Direktorat Bina Potensi. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman pembelajaran yang komprehensif kepada peserta selama mengikuti workshop.
Ketua Pelaksana Kak Didit Permana menekankan pentingnya keterampilan dasar kebencanaan agar masyarakat mampu menghadapi kondisi darurat secara lebih mandiri. Pembekalan melalui kegiatan seperti workshop dinilai dapat membantu peserta memahami tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi banjir sekaligus mengenali langkah-langkah yang perlu dihindari demi menjaga keselamatan. Dengan pemahaman tersebut, peserta diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan berlangsung secara interaktif hingga seluruh materi dan praktik selesai dilaksanakan. Setelah melalui waktu istirahat, salat, dan makan (Ishoma), kegiatan ditutup pada pukul 14.00 WIB dan diakhiri dengan doa bersama. Melalui workshop ini, Saka SAR Jakarta Selatan diharapkan dapat terus berkontribusi dalam membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.



0 Komentar